Komite Audit

Komite Audit adalah Komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja Direksi dan Tim Manajemen sesuai dengan prinsip-prinsip GCG. Pembentukan Komite Audit telah memenuhi semua peraturan Bapepam-LK.

a. Dasar Pembentukan

Perseroan membentuk Komite Audit sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Bapepam-LK No. IX.I.5. Selain itu, pembentukan Komite Audit sesuai dengan keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-29/PM/2004 jo No. Kep-643/BL/2012 tentang Komite Audit dan keputusan Direksi Bursa Efek Jakarta No Kep-305/BEJ/07-2004.

b. Struktur dan Keanggotaan

Susunan anggota Komite Audit adalah sebagai berikut:

  1. John Bellis (Ketua)
  2. Prawiro Widjaja (Anggota)
  3. DR. Isnandar Rachmat Ali (Anggota)

 

Piagam Komite Audit yang disahkan pada tanggal 25 Juli 2013, menguraikan pendekatan umum dan tugas-tugas khusus yang harus dilaksanakan Komite Audit.

Pada tahun 2014 terdapat perubahan komposisi Komite Audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Matahari Department Store Tbk No. 004/Dekom-MDS/IV/2014 tanggal 24 April 2014.

c. Tugas dan Tanggung Jawab

Komite Audit membantu Dewan Komisaris menjalankan tugas pengawasan diantaranya dengan mengkaji hal-hal sebagai berikut:

  • Laporan keuangan Perseroan dan informasi keuangan lainnya;
  • Kepatuhan Perseroan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku;
  • Efektivitas dari aktivitas pengendalian internal; dan
  • Kemampuan Perseroan dalam mengelola risiko dan menangani keluhan pelanggan;

 

Komite Audit juga memantau kinerja Perseroan secara keseluruhan. Komite Audit secara berkala melaporkan hasil kajiannya kepada Dewan Komisaris.

Tugas khusus yang dilakukan secara berkala mencakup:

          1. Mengkaji kinerja auditor eksternal, menilai independensi dan obyektivitas serta kecukupan
              pemeriksaan eksternal;
          2. Mengkaji aktivitas manajemen risiko Perseroan;
          3. Mengkaji sistem pengendalian internal yang kritis;
          4. Mengkaji area yang memiliki risiko tinggi terhadap penyalahgunaan wewenang atau
              kecurangan;
          5. Menilai area yang mempunyai potensi peningkatan efisiensi biaya dan/atau profitabilitas;
          6. Menilai aspek-aspek operasional, keuangan dan teknologi informasi dalam aspek bisnis;
          7. Mengkaji kepatuhan Perseroan terhadap peraturan pasar modal dan peraturan lainnya;
          8. Menguji keputusan dan implementasi hasil rapat Direksi.

Untuk melaksanakan tugasnya, Komite Audit memiliki akses penuh ke semua laporan keuangan, temuan auditor internal, dan risalah rapat Direksi. Selain itu jika diperlukan, Komite Audit dapat melakukan rapat intensif dengan manajemen, auditor internal dan eksternal

d. Frekuensi Rapat dan Kehadiran

Sepanjang tahun 2012 Komite Audit telah mengadakan empat kali rapat dengan tingkat kehadiran 100%.

e. Laporan Komite Audit

Untuk memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Ketua Bapepam No. Kep-29/PM/2004 jo Kep-643/BL/2012 tentang Pembentukan Dan Pedoman Pelaksanaan Kinerja Komite Audit dan Peraturan Bursa Efek Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004 tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa, kami selaku Komite Audit Perseroan telah :

1. Melakukan penelaahan atas Laporan Keuangan, Proyeksi Keuangan dan informasi keuangan
    lainnya untuk periode satu tahun yang berakhir pada 31 Desember 2012.
2. Menelaah independensi dan obyektifitas Akuntan Publik.
3. Melakukan penelaahan atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik
    untuk memastikan bahwa seluruh risiko Perseroan yang substansial telah tercakup serta
    dipertimbangkan secara memadai (adequate), yang meliputi:

                       a. Area di mana sistem pengendalian internal sangat kritikal;
                       b. Area yang berpotensi meningkatkan profitabilitas dan efisiensi biaya;
                       c. Area yang mengandung risiko tinggi penyalahgunaan wewenang;
                       d. Area yang rawan penyelewengan; dan
                       e. Aspek operasional, keuangan, dan teknologi informasi. 

4. Melakukan penilaian terhadap pemilihan Akuntan Publik yang direkomendasikan oleh
    Direksi.
5. Melakukan penelaahan atas keefektifan pengendalian internal Perseroan.
6. Menelaah tingkat kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang
    pasar modal dan perundangan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.

 

Dalam melakukan penelaahan di atas, di samping mencermati laporan keuangan, laporan hasil pemeriksaan Audit Internal, kami melakukan pengamatan atas prosedur dan kebijakan akuntansi, pengujian efektivitas pengawasan terpadu dalam kegiatan operasional dan mencermati serta melakukan diskusi secara intensif dengan Manajemen, Auditor Internal dan Akuntan publik.

Memenuhi kewajiban pengungkapan hasil penelaahan Komite Audit dalam Laporan Tahunan Perseroan, berikut kami sampaikan bahwa :

a. Kegiatan usaha Perseroan dijalankan dengan pengendalian internal yang cukup efektif,
    yang secara terus menerus ditingkatkan kualitasnya, sesuai dengan kebijakan yang
    digariskan oleh Direksi serta diawasi oleh Dewan Komisaris.
b. Laporan keuangan yang telah disusun dan disajikan dengan baik memenuhi prinsip
    akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
c. Perseroan telah mematuhi peraturan perundang-undangan pasar modal dan peraturan
    lainnya yang berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
d. Pemilihan Akuntan Publik untuk tahun 2012 direkomendasikan oleh Direksi dengan
    mempertimbangkan aspek independensi dan kompetensi dan disetujui oleh Dewan  
    Komisaris yang telah menerima wewenang dari pemegang saham dalam Rapat Umum
    Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juni 2012.
e. Tidak ditemukan adanya potensi penyalahgunaan wewenang atau penyelewengan yang
    memerlukan perhatian serta pertimbangan dari Dewan Komisaris Perseroan.
f. Tidak ditemukan ketidak-patuhan atas resolusi Pemegang Saham atas jumlah dan
    pembayaran remunerasi tahunan Dewan Komisaris.

 

f. Profil Anggota Komite Audit

Prawiro Widjaja

Diangkat sebagai anggota Komite Audit pada tahun 2014. Beliau saat ini menjabat sebagai partner dari Allen & Gledhill, sebuah konsultan hukum yang berbasis di Singapura, Direktur Independen dan anggota Komite Audit dan Ketua Komite Investasi Tokio Marine Life Insurance Singapore Ltd, Direktur Independen dan anggota Komite Audit Tokio Marine Insurance Singapore Ltd. Sebelumnya, beliau pernah bekerja di Asia Food & Property Ltd, sebuah unit dari grup Sinar Mas. Beliau memiliki pengalaman yang signifikan sebagai penasihat dalam berbagai transaksi merger dan akuisisi di Asia Tenggara, dan juga berbagai transaksi lainnya seperti initial public offering, rights issue dan bond offerings untuk restrukturisasi. Beliau merupakan lulusan dari Fakultas Hukum di Cambridge University tahun 1993.

DR. Isnandar Rachmat Ali

Diangkat sebagai anggota Komite Audit pada tahun 2014. Beliau saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Lippo Sekuritas, dan dosen di beberapa Universitas di Indonesia. Selain itu, beliau juga merupakan Dewan Pakar Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, dan Penasehat Perkumpulan Guru-Guru Bahasa Mandarin se-Jakarta. Sejak tahun 1978, beliau telah menempati berbagai posisi direksi dan komisaris di berbagai perusahaan, antara lain, PT Hilex Indonesia, PT Bank Bhumy Bahari, dan PT Tokai Lippo Bank. Beliau meraih gelar sarjana dari Universitas Krisnadwipayana, gelar Master dari Universitas Krisnadwipayana dan Overseas Training Center yang bekerja sama dengan Fullerton State University, Fullerton, California, USA, dan gelar Doktor dari Universitas Negeri Jakarta.

Profil John Bellis telah disajikan pada segmen profil Dewan Komisaris.